Podcast » Cakrawala

Kejahatan Itu Bagai Meniru Sinetron

29 August 2014 - 20:11 WIB

Putri belia, anak seorang pejabat di Pidie Jaya dilaporkan ke polisi karena diduga terlibat perencanaan pembunuhan terhadap mantan pacarnya. Rencana pembunuhan itu berjalan sangat rapi bagai tindak-tindak kejahatan yang sering ditayangkan dalam sinetron-sinetron di televisi. Bisa jadi mereka terinspirasi oleh cerita-cerita dalam sinetron.

Menurut versi keluarga korban yang melapor ke polisi, kasus itu memang terlihat terencana. Si wanita menelepon korban yang mantan pacarnya itu diminta datang ke rumah di Sigli dengan alasan ingin menyambung kembali jalinan yang sudah putus. Di sana korban disuguhkan minuman dan makanan. Tak lama setelah mengonsumsi itu, korban pelan-pelan hilang kesadaran.

Lalu, si wanita bersama dua teman prianya memapah korban ke dalam mobil dan seterusnya meluncur dari Sigli hingga ke lokasi pembuangan di kawasan Gunong Paro, Aceh Besar. Beruntung ada warga yang melihat korban setelah dibuang dan melapor ke polisi yang selanjutnya mengambil dan membawa korban ke rumah sakit. Korban yang ditemukan dalam keadaan kritis dapat diselamatkan. “Kami berharap polisi mengusut tuntas kasus ini meski tersangkanya anak pejabat,” kata kakak korban.

Menjawab harapan itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo, mengatakan, “kalau pihak korban sudah melaporkan ke Polda, pasti laporan itu akan ditindaklanjuti termasuk memburu pelakunya.” Sedangkan ayah si wanita yang diduga sebagai pelaku mengaku sangat terpukul atas kejadian itu. “Semoga apa yang kami rasakan tidak dialami keluarga lain. Insya Allah semua ini ada hikmahnya,” ujarnya.

Di belakang kasus ini adalah romantika percintaan anak muda. Dan, rencana pembunuhan itu mirip cerita dalam banyak sinetron gandrungan anak muda belakangan ini. Dan, karenanya, kita menjadi yakin bahwa sang pelaku yang masih muda belia itu terinspirasi tontonan dalam mengatur rencana menghabisi mantan pacarnya itu.

Pertanyaannya, siapakah yang harus disalahkan? Jawabannya tentu kebebasan dari orangtua. Bebas pergi dengan pacar meski sudah malam hari. Bebas nonton apa saja. Dan, berbagai kebebasan lainnya.

Justru itulah, kita berharap kasus tersebut memberi banyak pelajaran kepada para orangtua yang belakangan ini terlalu memberi kebebasan kepada para putra-putrinya yang masih muda belia.

Di televisi, misalnya, anak-anak seenaknya melahap tayangan-tayangan yang berbau kekerasan dan seksual. Penelitian memastkan tontonan itu banyak mempengaruhi jalan pikiran pemirsa yang akibatnya adalah penonton menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal untuk dilakukan.

Hal yang lain yang sangat menyedihkan adalah banyak film ataupun sinetron dalam televisi yang menggunakan kata-kata makian, hujatan, kebencian, dan kata-kata yang mengarah pada seks. Lalu, adegan-adegan kekerasan, kebencian dan kejahatan, orang tua dan anak bekerja-sama melakukan kejahatan demi uang, anak-anak melawan dan memaki orang tua, murid-murid melawan guru yang akibatnya guru seperti tidak memiliki harga lagi di masyarakat.

Akhirnya, kita ingin mengatakan kepada banyak orang tua supaya jangan terlalu memberi kebebasan kepada anak yang pikirannya belum matang!

—————————————————————————————

Syedara lon, Program “Cakrawala” Radio Serambi FM bisa Anda dengarkan setiap Hari, Mulai Senin – Jum’at pada pukul 10.00-11.00 Wib.

Program ini mengupas “Salam Serambi” dengan menghadirkan narasumber berkompeten secara langsung ataupun by phone.
dan syedara lon juga bisa berpartisipasi dalam Acara ini di nomor telp (0651)637172 dan 0811689020 / SMS 0819 878 666