Podcast » Talkshow

LIBAS (Lepas Inspirasi Bisnis Ala Suparno) “Super Hero”

3 December 2013 - 19:19 WIB

KITA sering dibuat frustasi dengan segala macam persoalan yang seakan tidak pernah ada habisnya. Segala apa yang dilihat seakan tidak ada baiknya, kita sering dihadapkan pada situasi yang serba sulit.

Situasi di mana antara “kesempatan” dan “kesempitan” senantiasa tumpang tindih, semuanya menuntut kesempurnaan hidup. Padahal dalam praktiknya kesempurnaan itu tidak akan pernah kita temui.

Pada kondisi himpitan yang begitu masif itu, kesempitan yang terus menekan terkadang membuat kita ingin serba instan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kita ingin segera keluar dari anek macam persoalan dengan cepat.

Maka, tidak salah jika terkadang kita berkhayal, alangkah enaknya jika menjadi “superman”, “badman”, “spiderman”, “ironman”, dan sejumlah tokoh film jagoan lainnya yang dapat menyelesaikan setiap persoalan dengan mudah dan sekejap mata lalu berbahagia. Tokoh-tokoh film tersebut, melambangkan manusia yang “luar biasa” alias super hero. Film-film ini juga yang mengilhami anak-anak kita untuk menjadi seperti mereka dalam bermain.

Sebenarnya, jika kita pelajari lebih jauh hal ikhwal superhero tersebut, ini bermula dari cerita dongeng Hercules. Jagoan paling hebat dalam dunia film animasi. Hercules adalah film animasi Amerika Serikat tahun 1997 yang diproduksi oleh Walt Disney Feature Animation dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Film yang disutradarai oleh Ron Clements dan John Musker tersebut, didasarkan pada cerita pahlawan Yunani dalam mitologi, Heracles. Film Hercules kemudian menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi film animasi super hero lainya, seperti generasi film-film jagoan yang kita kenali saat ini.

Tetapi, superhero sesungguhnya tidak pernah ada di dunia nyata, ianya hanya ada dalam dunia fiksi, alias dunia khayali. Hercules itu, alam khayali, superman itu juga rekaan tokoh yang didesain sedemikian rupa agar dapat mudah keluar dari himpitan yang menimpa dan menjadi pahlawan dalam setiap permasalahan.

Selain era superhero, kita hari adalah generasi yang lahir dalam era kemajuan teknologi modern dengan fasilitas hidup yang serba lengkap dan cepat. Tanpa sadar, era digital yang serba cepat juga memengaruhi kita dalam menyelesaikan masalah. Kita terkadang juga ingin serba cepat keluar dari himpitan, sebagaimana teknologi yang ada saat ini, mau apa saja tinggal klik dan browsing mencari yang kita butuhkan.

Kita lupa, bahwa bekal hidup kita seharusnya berpedoman pada kitab suci. Di sana, Allah SWT memberi panduan, jika ingin berubah maka mulailah perubahan itu dari diri sendiri. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubah dirinya sendiri.” Panduan yang Allah SWT berikan bagi kita, sudah cukup jelas. Kita tidak perlu menunggu superhero, dan manusia-manusia super lainnya untuk mengubah keadaan kita saat ini.

Jadi tunggu apalagi? Jika mau sukses jangan menunggu datang superhero atawa jadi superhero, tetapi mulailah mengerjakan “proyek” superhero kita dari yang kecil hingga tak terhingga. Dan ingat perubahan itu, tidak terjadi seketika. Ia perlu satu kesiplinan bekerja dan berkarya untuk keluar dari setiap persoalan yang ada.

———————————————————-

Syedara lon, program “LIBAS” Radio Serambi FM bisa Anda dengarkan setiap Hari Senin pada pukul 11.00 Wib.

Program ini mengupas bagimana Metode Bisnis dan juga mengemas suatu Hal agar menjadi bisnis succses dengan berbagai motivasi terbaik dari “LIBAS” Bersama Bapak Suparno. anda juga kami undang berpartisipasi di line telpon :0651-637172 dan 0811689020