News Update » Kutaraja » News Update

Polisi Didesak Beberkan Pemilik Ijazah Palsu

17 June 2015 - 16:15 WIB

SERAMBIFM.COM, BANDA ACEH – Bagai cerita bersambung, mahasiswa Aceh kembali melancarkan unjuk rasa kasus ijazah palsu di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (16/6). Yang berdemo kemarin adalah Gerakan Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum (GMPPH), sedangkan yang menggelar aksi pada Senin (15/6) sore adalah para mahasiswa yang tergabung dalam Suara Independen Mahasiswa Aceh (SIMA).

Kedua gelombang aksi itu sama-sama menuntut kasus ijazah palsu segera dituntaskan. Cuma, yang khas dari aksi aktivis GMPPH kemarin adalah mereka mendesak polisi untuk segera membeberkan nama-nama para pengguna/pemilik ijazah palsu yang diungkap tim Polresta Banda Aceh dua pekan lalu.

Amatan Serambi kemarin, puluhan mahasiswa GMPPH itu melancarkan aksi di depan pintu gerbang Mapolda Aceh sekira pukul 11.10 WIB. Mereka datang naik sebuah mobil yang dilengkapi dengan pengeras suara. Mereka mengusung selembar spanduk dan beberapa poster.

Dalam orasi kemarin, mahasiswa menuntut polisi untuk segera membeberkan nama-nama pemegang ijazah palsu yang telah diterbitkan oleh Az, SB, Lu, dan Am (tersangka).

Menurut mahasiswa, hal itu harus segera diungkapkan, karena mereka mengklaim dari 118 pemegang ijazah palsu itu pasti ada yang sudah bekerja di pemerintahan, bahkan mungkin menjadi pejabat.

“Hari ini, baru pelaku yang diungkapkan. Nah, para penerima ijazah belum pernah mencuat ke media. Ke mana mereka? Enak saja, mereka sudah menikmati ijazah palsu itu. Kalau diungkap, mungkin ada pejabat atau pegawai pemerintahan yang masuk dalam daftar itu. Selama ini juga dikabarkan ada bupati yang menggunakan ijazah palsu, jangan-jangan dari sindikat ini,” kata M Fajar Siddiq, selaku koordinator aksi.

Menurut mahasiswa, selain pembuat ijazah yang telah menyalahi aturan hukum, para pemesan ijazah palsu juga telah mencoreng dunia pendidikan. Mahasiswa mengatakan, untuk mendapatkan selembar ijazah perlu waktu yang lama. Namun, para pemesan ijazah itu mendapatkan ijazah dengan cara instan dan mengandalkan uang, akan tetapi tak memiliki ilmu.

“Kita capek kuliah untuk dapat ijazah, masa mereka bisa dapat mudah begini? Makanya kita minta polisi segera mengungkap nama-nama itu dan mereka harus segera diproses secara hukum,” kata Fajar.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga meminta waktu Kapolda Aceh untuk berdialog terkait masalah tersebut. Mahasiswa menghendaki, jika nanti dalam proses pengungkapan nama-nama itu terdapat nama pejabat ataupun pegawai pemerintahan, mohon aparat hukum supaya tidak menyembunyikan hal itu dan tidak pilih kasih dalam penyelesaian masalah ini.

“Kami percaya kepada polisi, tapi kami mohon kasus ini benar-benar dituntaskan, jangan pilih kasih. Pelaku sudah terungkap, nah sekarang, nama-nama pemegang ijazah itu yang harus diungkap,” kata Fajar. (sb)