News Update » Aceh Utara » News Update

Krueng Peutoe Tercemar

11 September 2014 - 20:05 WIB

SERAMBIFM.COM, LHOKSUKON – Air Krueng (Sungai-red) Peutoe di kawasan Cot Girek hingga Lhoksukon, Aceh Utara dipastikan tercemar limbah usaha ternak dan air buangan doorsmeer yang ada di sepanjang sungai itu. Kepastian tersebut didapat setelah hasil uji laboratorium terhadap sampel air sungai tersebut yang diambil pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) setempat beberapa waktu lalu tidak terindikasi tercemar oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di kawasan sungai itu.

Pun demikian, pihak KLH Aceh Utara sudah menyurati PKS tersebut agar ke depan lebih berhati-hati menjaga kolam limbah supaya tidak bocor yang bisa menyebabkan air sungai tercemar. Untuk diketahui, pada 1 Agustus lalu, air sungai itu dilaporkan tercemar, sehingga pihak KLH turun ke lokasi itu mengambil sampel air tersebut untuk diuji laboratorium (lab).

“Di kawasan tersebut ada sejumlah aktivitas warga seperti doosmeer, usaha peternakan ayam dan lembu serta limbah dari pasar yang dibuang ke sungai itu. Dari sejumlah item tersebut, yang lebih dominan penyebab tercemarnya air sungai adalah kotoran dari usaha peternakan,” kata Kepala KLH Aceh Utara, Nuraina kepada Serambi, Rabu (10/9). Menurutnya, hasil lab tersebut diterima pihaknya pada akhir Agustus lalu.

Sebab, sebutnya, sampel air sungai tersebut yang diuji lab KLH Aceh Utara tidak menunjukkan tercemar limbah PKS yang berada di kawasan sungai itu. “Karenanya, air Krueng Peutoe tidak boleh dikonsumsi warga karena tidak sehat. Air sungai itu hanya dapat dimanfaatkan untuk jenis usaha pertanian,” katanya. Menurutnya, standar baku mutu air sampel yang diuji tersebut sama seperti air di kolam limbah milik PKS.

Pada bagian lain Nuraina mengatakan, pada Rabu (10/9), pihaknya mengadakan sosisalisasi tentang pengelolaan lingkungan hidup kepada Muspika dari 27 kecamatan di Balai panglateh Lhoksukon. Tujuan kegiatan itu, sebutnya, agar wawasan Muspika tentang lingkungan hidup bertamah. Sehingga saat terjadi pencemaran, dapat menerapkan hukum yang sesuai dengan aturan.(Jafaruddin)