Podcast » Cakrawala

Cobalah Memahami Rasa Kecewa Pemohon Bantuan

13 December 2013 - 18:15 WIB

RATUSAN warga dari berbagai kabupaten/kota di Aceh sempat menduduki Kantor Gubernur Aceh untuk menyerahkan proposal bantuan usaha pribadi kepada Wagub Muzakir Manaf, sejak Rabu (11/12) pagi hingga malam. Mereka berusaha agar pihak Kantor Gubernur menerima lagi proposal yang sudah telanjur mereka bawa ke Banda Aceh secara susah payah.

Namun, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes mengatakan, Gubernur Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf tetap komit hanya menerima proposal yang sudah masuk 29 November-10 Desember 2013 dengan jumlah pemohon 10.000 orang. Total bantuan tak terduga yang diberikan dari dana bansos dan operasional Wagub ini Rp 500 ribu per orang, kecuali beberapa orang yang sudah telanjur diberikan Wagub Rp 3 juta-5 juta per orang ketika awal-awal bantuan itu dimohonkan warga.

Ratusan warga kurang mampu yang ingin mendapatkan modal usaha itu menyatakan sangat kecewa atas sikap Gubwernur dan agub yang mendadak menyetop penerimaan permohonan bantuan dari masyarakat. Cara penyetopan yang tiba-tiba itu dinilai tidak bijak serta tak mencerminkan rasa hormat kepada kepada masyarakat kecil.

“Kalau memang distop kenapa tidak diinformasikan beberapa hari sebelumnya?” tanya seorang peria tua asal Tungkop, Aceh Besar, yang mengajukan bantuan modal usaha untuk bengkelnya.

Dua wanita tua lainnya dari Baktya, Aceh Utara, dengan berlinang airmata sambil mengusap-usap proposal menceritakan, “Kami sudah mengongkosi pembuatan proposal ini Rp 12.000 untuk satu permohonan. Lalu, kami berangkat ke Banda Aceh naik L-300 bayar ongkos Rp 75.000 perorang. Tapi, sampai kemari permohonan kami tidak diterima. Bagaimana ini?”

Ya, itu pertanyaan yang sederhana. Tapi pertanyaan itu disampaikan dengan uraian airmata. Dan, karenanya kita tak boleh menyederhanakan pertanyaan itu, melainkan harus menanggapinya dengan penuh humanis. Mereka boleh tak mendapat apa-apa, tapi hatinya jangan terluka. Inilah yang sering dilupakan oleh pejabat-pejabat kita saat berhadapan dengan masyarakat kecil.

Bicara soal bantuan uang segar apakah untuk biaya hidup atau bantuan modal usaha, selalau saja ada baik dan buruknya. Yang biasanya menjadi ribut adalah proses penyaluran serta sistem penyeleksian penerimanya yang dianggap pilih kasih atau tidak adil.

Nah, dalam konteks bantuan dari Gubernur dan Wagub ini, kita melihat memang tidak ada perencanaan sama sekali. Ketika awal-awal pemberian bantuan usaha secara diam-diam itu, ada yang mendapat Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Lalu, ketika kran bantuan itu diketahui banyak orang, maka awal pekan ini setiap pemohon hanya mendapat Rp 500.000. Dengan duit sebesar itu usaha apa yang bisa mereka jalankan, kecuali hanya habis untuk makan dan ongkos mereka pulang ke daerah.

Makanya, yang ingin kita katakan, setiap pemberian bantuan untuk masyarakat itu harus diprogramkan secara matang. Harus jelas apa targetnya. Siapa sasaran penerima bantuan. Bagaimana mekanisme penyaluran bantuan. Dan, yang lebih penting agar tak berurusan dengan KPK di kemudian hari, harus jelas juga sumber dananya.Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan adalah pesan endatu kita, yakni bantuan yang baik bukan memberi ikan, tapi memberi kail. Nah?!

————————————————————-

Syedara lon, Program “Cakrawala” Radio Serambi FM bisa Anda dengarkan setiap Hari, Mulai Senin – Jum’at pada pukul 10.00-11.00 Wib.

Program ini mengupas “Salam Serambi” dengan menghadirkan narasumber berkompeten secara langsung ataupun by phone.
dan syedara lon juga bisa berpartisipasi dalam Acara ini di nomor telp (0651)637172 dan 0811689020 / SMS 0819 878 666

Untuk Selengkapnya, silahkan dengarkan podcast di bawah :